SATUPEDIA

 
 
POPULAR ENTRY
 

NEWS

Home

Asuransi jabatan rawan cuci uang

Posted by : Admin on Monday, March 23, 2009 | 654 Hits

Perusahaan diminta jeli melihat profil nasabah  

JAKARTA, 23 Maret 2009: Asuransi umum tetap berpeluang digunakan sebagai sarana pencucian uang walau tidak sebesar yang terjadi di sektor asuransi jiwa.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan salah satu produk yang rawan digunakan untuk pencucian uang adalah produk Directors & Officers Liability Insurance (D&O).

"Bisa di-create skema seolah ada tuntutan terhadap individu itu padahal uang klaimnya digunakan untuk membayar pihak lain," ujarnya kemarin.

Produk itu bisa memberikan penggantian yang signifikan besarnya kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh tindakan atau keputusan director atau officer.

Produk itu dibuat karena direktur dan komisaris dapat dituntut secara pribadi oleh pemegang saham, kreditur, nasabah, karyawan maupun masyarakat umum.

Selain itu, pengawasan ataupun peraturan baik yang diterapkan pemerintah maupun industri semakin ketat dan biaya perkara di pengadilan tinggi mendorong diciptakannya produk itu.

D&O menjamin direktur, komisaris, sekretaris, dan karyawan yang sedang menjabat. Termasuk dalam skema itu adalah, melindungi dari tindakan atau perbuatan melawan hukum atau kelalaian seperti salah menyampaikan pernyataan, melanggar kepercayaan, serta melanggar kewajibannya sebagai direktur dan komisaris.

Isa mengatakan asuransi umum juga harus jeli melihat tertanggung, apakah aset dipertanggungkan atas nama pemilik asli. Dia mencontohkan sebuah mobil mewah diasuransikan oleh seorang yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil.

"Asuransi umum profil nasabahnya begini kok minta pertanggungan yang luar biasa besar untuk sesuatu yang sepertinya mencurigakan. Kehati-hatian kalau dalam hal pengelolaan usaha sama, tetapi kalau bicara spesifik anti-money laundering, kita akan melihat di asuransi jiwa harus lebih waspada."

Peluang kecil

Sekjen Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia (ABAI) Syaifullah R. Simanjuntak mengakui di asuransi umum memang bisa dimanfaatkan sebagai wadah praktik pencucian uang tetapi peluangnya sangat kecil.

Dia mengatakan hal itu karena asuransi umum menggunakan ukuran nilai pasar. "Tidak bisa dilakukan sebuah barang dipertanggungkan jauh melebihi nilainya, itu akan dipertanyakan."

Namun, di asuransi jiwa peluang terjadinya praktik tersebut sangat besar terutama dengan adanya produk asuransi jiwa premi tunggal yang biasanya melekat dengan produk investasi.

"Agen tidak akan menolak selama nasabahnya mampu membayar, jadi peluang terjadi praktik itu cukup besar," kata Syaifullah.

Sebuah transaksi dinilai mencurigakan karena keluar dari profil nasabah. Misalkan seorang nasabah yang menerima gaji Rp10 juta per bulan membayar polis ratusan juta.

Salah satu modus yang ditemukan dalam Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LKTM) adalah asuransi jiwa yang berpadu dengan investasi atau kerap disebut unit-linked.

Untuk itu, lanjutnya, Menteri Keuangan telah mengeluarkan prinsip mengenal nasabah untuk bank dan lembaga keuangan nonbank.

Dalam situs resmi PPATK disebutkan hingga Februari terdapat 26 perusahaan asuransi yang melaporkan 1562 LKTM.

Jika dibandingkan dengan laporan per Februari 2008 menunjukkan 21 perusahaan pelapor dengan 738 LKTM.

Saat itu LKTM asuransi terbesar dibandingkan dengan lembaga keuangan nonbank lainnya, tetapi saat ini laporan terbesar nonbank berasal dari pedagang valuta asing. (hanna.prabandari @bisnis.co. id)