JAKARTA.Kontan, 9 Maret 2010:
Boleh saja ada orang yang pesimis dan beranggapan krisis belum berlalu. Tapi
fakta tak bisa dibantah. Setelah mencatatkan penjualan mobil secara nasional
dengan total 52.831 unit pada Januari lalu, Februari kemarin penjualan mobil
kembali menggembung.
Meski belum merilis resmi
penjualan nasional Februari 2010, data sementara Gabungan Industri Kendaraan
Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan Februari sekitar 55.620
unit. Angka itu naik 5,3% dibanding Januari 2010 yang sebanyak 52.816 unit.
Padahal, jumlah hari kerja efektif selama Februari lebih pendek ketimbang
Januari.
Bahkan, jika dibanding penjualan
mobil periode Februari 2009, penjualan Februari 2010 melejit 61%. Pada Februari
tahun lalu, penjualan mobil nasional cuma 34.506 unit. Tren membesarnya pasar
mobil nasional memang mulai terlihat sejak bulan Januari 2010. Kala itu pasar
mobil nasional menanjak 10,1% dibandingkan Desember 2009 yang sebanyak 47.948
unit menjadi 52.816 unit. Sementara penjualan Januari 2010 dibanding Januari
2009 mencelat 67%, dari 31.624 unit menjadi sebanyak 52.816 unit.
Menilik tren yang terus menanjak
ini, wajar jika para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yakin bulan Maret ini
penjualan bisa makin cemerlang. "Kami yakin penjualan Toyota Maret ini
bisa menembus angka 24.000 unit," ujar Jodjana Jody, Chief Operating Auto
2000, yang biasa mengedarkan mobil Toyota di Indonesia, Senin (8/3).
Target penjualan Maret itu naik
10,3% dibandingkan penjualan Februari kemarin yang tercatat 21.753 unit.
Artinya, Toyota yang berada di posisi pertama pasar mobil dan pada Januari
berhasil menjual 20.798 unit itu, yakin tren penjualan mobil bakal terus
membesar. "Kami optimistis penjualan Maret ini terus membaik karena
ekonomi makro yang terus mendukung," imbuh Manajer Komunikasi Toyota Astra
Motor (TAM), Achmad Rizal.
Sementara itu, Mitsubishi yang
tengah disibukkan dengan pemanggilan kembali (recall) belasan ribu L-300 produk
mereka juga berhasil meningkatkan penjualannya. Jika pada Januari Mitsubishi
menjual 6.855 unit mobil, Februari kemarin ATPM ini berhasil melego 8.246, atau
membukukan pertumbuhan mencapai 20,3%.
Demikian juga dengan penjualan
Honda yang selama Februari 2010 mencatatkan angka penjualan 4.431 unit. Angka
itu naik 18% dibanding penjualan Januari 2010 yang sebanyak 3.755 unit.
"Kami berharap pemulihan
ekonomi terus terjadi, agar industri otomotif stabil pertumbuhannya," ujar
Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect
Motor.
Jodjana mengatakan, tren penjualan
mobil yang terus meningkat, selain karena faktor makro ekonomi yang membaik,
juga disebabkan oleh usaha yang dilakukan pihak ATPM ataupun distributor. Ia
menuturkan, pihaknya sengaja menggeber penjualan di awal tahun 2010 ini selain
untuk menambal penurunan penjualan tahun lalu, juga sebagai antisipasi terhadap
rencana kenaikan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM) mulai 1 April
2010.
Jodjana mengungkapkan, jika pajak
mobil naik 10% saja, di saat yang sama kemampuan pasar bisa tergerus 20%. "Makanya,
kami memanfaatkan momen sekarang ini untuk menggenjot penjualan,"
cetusnya.
Tak heran, Auto 2000 sejak Januari
lalu berusaha menambah kemudahan untuk kepemilikan kendaraan bagi konsumennya.
"Kami berikan sistem pemasaran secara customize," kata Jodjana.
Artinya, pihaknya memberi
keleluasaan konsumen untuk memilih metode pembayaran sesuai kemampuan.
"Bisa pilih uang muka 0% atau bunga cicilan ringan, terserah kemampuan
masing-masing," terang Jodjana.
Meski pasarnya terbilang kecil,
pertumbuhan penjualan juga dialami ATPM non-Jepang. Salah satunya ATPM asal
Amerika. Merek Chevrolet, misalnya. Jika pada Januari lalu terjual 225 unit,
maka Februari kemarin meningkat 17,8% menjadi 265 unit. Bahkan, melihat respon
pasar yang nampak makin optimistis, target lebih ambisius pun mereka pasang.
"Melihat kondisi ekonomi,
kami targetkan Maret ini bisa menjual 550 unit," kata Arif Pramadana,
Corporate Planning and Public Policy Director PT General Motor AutoWorld
Indonesia, ATPM Chevrolet (8/3).
Nadia Citra
Surya Kontan
|