SATUPEDIA

 
 
POPULAR ENTRY
 

NEWS

Home

Dubai & Daewoo tanam US$1 miliar

Posted by : Admin on Thursday, March 11, 2010 | 83 Hits

Kemenperin usul impor kapal bekas dibatasi mulai tahun ini  

JAKARTA, 11 Maret 2010: Dua raksasa galangan kapal dunia, Dubai Doc Yard (Dubai) dan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering (Korea Selatan), segera membangun galangan baru di Indonesia dengan investasi US$1 miliar pada tahun ini.

Direktur Industri Maritim Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian Soerjono mengungkapkan Dubai Doc Yard dipastikan merealisasikan pembangunan galangan kapal senilai US$500 juta di Batam, Kepulauan Riau.

"Realisasinya hampir tuntas. Rencananya, galangan kapal Dubai Doc Yard akan beroperasi paling cepat pada akhir semester I/2010. Total kapasitas galangan itu mencapai 500.000 DWT [dead weight ton]," katanya kemarin.

Selain Dubai Doc Yard, , perusahaan galangan asal Korsel, Daewoo Shipbuilding Marine Engineering Co Ltd, akan membangun galangan di Batam pada tahun ini juga.

Investasi Daewoo itu, jelas Soerjono, akan melibatkan BUMN perkapalan yakni PT Dok Koja Bahari (DKB) melalui skema usaha patungan. Kedua perusahaan tersebut sepakat merealisasikan investasi US$500 juta untuk membangun pabrik galangan berkapasitas 500.000 DWT, khusus untuk membangun kapal pengangkut gas alam cair (LNG).

"LNG carrier saat ini belum diproduksi di Indonesia mengingat investasinya sangat besar. Karena itu, mereka tertarik menggarap peluang ini. Saat ini populasi kapal jenis ini sebanyak 15 unit masih dipasok dari luar negeri," tuturnya.

Penjajakan kerja sama itu, ungkap Soerjono, sudah dilakukan kedua perusahaan sejak awal 2010. "Mereka sudah berdiskusi beberapa kali. Daewoo mulai tertarik untuk mewujudkan perusahaan patungan. Kemenperin akan mengawal kerja sama ini sebagai fasilitator," ujarnya.

Dia mengatakan Kemenperin akan terus melobi Daewoo untuk merealisasikan rencana investasi itu di Batam. "Jika butuh insentif, kami siap mendiskusikannya."

Investor lokal

Selain investor asing, lima perusahaan dalam negeri juga berencana membangun pabrik galangan pada tahun ini. Perusahaan lokal itu, antara lain PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk yang akan membangun galangan senilai US$250 juta di Batam.

"Arpeni berencana membangun galangan berkapasitas 300.000 DWT. Rencana itu masih on progress," kata Soerjono.

Selain itu, PT Daya Radar Utama berencana membangun galangan kapal senilai Rp200 miliar (US$20 juta) di Lamongan, Jawa Timur. Di lokasi yang sama, PT Spiel, PT Lamongan Marine Industry, dan PT Dok Pantai Lamongan juga berencana membangun galangan senilai Rp300 miliar (US$30 juta).

Untuk menggerakkan industri galangan lokal beroperasi secara penuh, lanjut Soerjono, Kemenperin mengusulkan agar impor kapal bekas segera dibatasi mulai tahun ini.

Caranya, dengan mengenakan bea masuk dan PPN yang proporsional. Jika hal ini ditetapkan, program standard dies vessel (SDV) yakni produksi kapal secara massal dengan kategori jenis tertentu bisa dijalankan. (yusuf.waluyo@bisnis.co.id)