SATUPEDIA

 
 
POPULAR ENTRY
 

NEWS

Home

Bapepam-LK ancam batasi usaha pelaku asuransi

Posted by : Admin on Monday, May 10, 2010 | 1753 Hits

JAKARTA, 10 May 2010: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengancam akan memberikan sanksi pembatasan kegiatan usaha (PKU) kepada pelaku asuransi yang dalam beberapa tahun terakhir terlambat dalam menyerahkan laporan keuangan.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan bagi perusahan yang baru pertama kali terlambat akan diberi peringatan pertama.

Namun, tuturnya, untuk pelaku asuransi yang dalam 2 tahun terakhir selalu terlambat akan dikenai sanksi PKU.

"Sanksinya sudah bukan peringatan lagi, bahkan kami akan memberikan sanksi PKU bagi perusahaan yang sering terlambat. Ini upaya pemerintah dalam menertibkan penyelenggaraan asuransi," katanya kemarin.

Dia menambahkan laporan keuangan paling lambat diserahkan kepada Bapepam-LK pada akhir April. Saat ini, tuturnya, Bapepam-LK masih terus mengumpulkan data laporan keuangan perusahaan asuransi.

" Hasil akhirnya baru kami terima hari ini, jadi nanti akan ketahuan berapa jumlah perusahaan yang belum atau terlambat menyampaikan laporan. Selain terkena sanksi PKU, mereka juga di kenai denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku."

Ketentuan tersebut termuat dalam Peraturan Pemerintah No.39/2008 tentang Penyelenggaraan Asuransi pada Pasal 38 Ayat 1 yang menyebutkan, perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi yang tidak menyampaikan laporan keuangan tahunan, laporan auditor independen atau laporan operasional tahunan, sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan, dikenakan denda administratif sebesar Rp1 juta untuk setiap hari keterlambatan untuk setiap laporan.

Ayat 2 menyebutkan keterlambatan laporan keuangan berdampak terhadap pengenaan denda sebesar Rp500.000 per hari terhadap perusahaan penunjang usaha asuransi termasuk juga broker.

Dia menambahkan sebagian laporan yang belum diterima akan diperiksa ulang untuk memastikan kemungkinan laporan tersebut tidak masuk ke bagian lain. Langkah ini, tuturnya, ditempuh oleh Bapepam-LK mengingat kewajiban penyerahan laporan keuangan bagi lembaga keuangan secara serempak dilakukan dalam beberapa pekan terakhir.

"Ada beberapa perusahaan yang sudah menjadi langganan terlambat, karena sepertinya ada masalah struktural dalam hal pelaporan data. Broker masih tetap banyak yang terlambat, semoga jumlahnya berkurang," ujarnya.

Isa menjelaskan kepada perusahaan yang selalu terlambat dalam pelaporan data tersebut, regulator akan memantau lebih jauh terkait dengan persoalan internal yang dihadapi pelaku usaha. Misalnya, kesiapan sumber daya manusia, sistem informasi, dan keseriusan perusahaan asuransi dalam menyampaikan laporan. (06)  Bisnis Indonesia