﻿<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0">
  <channel>
    <title>General Insurance News - PT. Asuransi Samsung Tugu</title>
    <link>http://www.samsungtugu.com/default.aspx</link>
    <description>General Insurance News</description>
    <ttl>10</ttl>
    <name>
    </name>
    <user>
    </user>
    <item>
      <title>Pendapatan premi asuransi syariah naik 163%</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=827</link>
      <description>JAKARTA, Bisnis Indonesia, 7 Sep 2010: Pendapatan premi asuransi kerugian (umum) dan reasuransi dengan prinsip syariah meningkat sebesar 163% dari Rp187,49 miliar pada semester I/2009 menjadi Rp493,4 miliar pada semester I/2010.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan pertumbuhan industri asuransi syariah terus meningkat sejak 2005. Pertumbuhan tersebut tidak hanya dibukukan oleh asuransi jiwa syariah tetapi juga asuransi kerugian dan reasuransi berprinsip syariah.

Indikasinya dari pertumbuhan pendapatan premi baik dari asuransi jiwa, kerugian, dan reasuransi dengan prinsip syariah. "Untuk premi asuransi kerugian dan reasurasni berbasis syariah cukup tinggi dari Rp187,4 miliar menjadi Rp493,43 miliar,” katanya di Jakarta, hari ini.

Namun Isa mengatakan pertumbuhan premi tersebut juga diiringi dengan pertumbuhan klaim pada asuransi kerugian dan reasurasi berbasis syariah menjadi Rp168,8 miliar dibandingkan dengan klaim akhir tahun lalu sebesar Rp236,4 miliar.

Dengan kondisi tersebut, Isa menambahkan, rasio klaim akhirnya cenderung meningkat khususnya untuk asuransi kerugian hingga menjadi 61% pada akhir semester I tahun ini dari capaian akhir tahun lalu sebesar 53%
</description>
    </item>
    <item>
      <title>Galaxy Tab, saingan iPad dari Samsung</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=826</link>
      <description>Liputan6.com, London, 3 Sep 2010: Perusahaan elektronik Samsung akhirnya mengenalkan tablet komputer yang sudah ditunggu-tunggu selama ini, Galaxy Tab. Gadget yang secara resmi disebut GT-P1000 ini dilengkapi dengan sistem operasi Android 2.2. 

Berbeda dengan iPad, produk terbaru ini dapat berfungsi sebagai ponsel. Beberapa fiturnya adalah multitouch web browsing, termasuk HTML5 dan Adobe Flash, email, pesan suara, dan video calling. Produk berbobot 0,38 kilogram ini didesain khusus untuk digunakan dengan satu tangan saja. 

Tab akan hadir di Inggris pada Oktober mendatang dan segera tersedia di jaringan Vodafone. Detail harga akan diumumkan beberapa hari sebelum tanggal peluncuran. 

"Samsung mengenali potensi berkembangnya pasar dan meyakini bahwa Galaxy Tab mampu menghadirkan keunikan tersendiri," ucap Simon Stanford, kepala Samsung divisi Inggris dan Irlandia, Kamis (2/9) waktu setempat. 

Seperti iPad, Tab juga memiliki aplikasi membaca buku elektronik (e-book) yang disebut Readers Hub. Didukung oleh Kobo, Pressdisplay, Zinio, dan lainnya, Samsung mengklaim lebih dari dua juta buku dengan berbagai bahasa akan tersedia saat dirilis nanti. Terdapat pula aplikasi Social Hub yang mengkombinasikan informasi jejaring sosial dengan informasi seseorang dalam memori Tab. 

Fitur Wifi, termasul DLNA, dan 3G yang dijalankan dengan prosesor 1.0 Ghz Cortex A8, akan menjadi fitur standar Tab. Untuk kamera, terdapat kamera front-facing 1,3 pixel dan kamera rear-facing 3 megapixel. Samsung juga menyediakan toko musik dan video online. 

Tab juga dipersenjatai dengan fitur Swype, yang memungkinkan penggunanya untuk "menyeret" ketimbang mengetik satu persatu kata untuk ber-SMS ria. Beberapa operator telepon akan menawarkan SIM card kedua sehingga pengguna dapat menggunakan Tab dan 
ponsel lainnya hanya dari satu akun
</description>
    </item>
    <item>
      <title>PLTU Cirebon Beroperasi Oktober 2011</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=825</link>
      <description>CIREBON (SINDO), 31 Aug 2010 – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon 1 x 660 MW dijadwalkan beroperasi (commercial operation date/ COD) pada Oktober 2011. 

Permit Environmental and Special Facility Manager PT Cirebon Electric Power Sumadi menuturkan, pembangunan PLTU yang berlokasi di Desa Kanci Kulon, Cirebon, Jawa Barat tersebut sudah mencapai 85%. “Pembangunan dimulai akhir 2007 dan ditargetkan COD pada Oktober 2011.Ketel uap (boiler) sudah dipasang dan sekarang tinggal yang kecil-kecil saja,seperti memasang kabel,lampu,tutup conveyer,” ujar Sumadi saat meninjau pembangunan PLTU Cirebon di Desa Kanci Kulon,Cirebon,kemarin. 

Para pemegang saham PT Cirebon Electric Power terdiri atas PT Indika Energy Tbk (20%), Samtan Co Ltd (20%),Korea Midland Power Co (27,5%),dan Marubeni Corporation (32,5%).Adapun kontraktor (engineering, procurement, construction/ EPC) PLTU Cirebon dipegang oleh PT Doosan Heavy Industries Indonesia. Sumadi mengatakan, boiler yang digunakan untuk PLTU Cirebon menggunakan teknologi supercritical sehingga lebih efisien.

“Tekanan uap yang dihasilkan dengan boilerini jauh lebih tinggi dan membuat pemakaian batu bara lebih sedikit,” ungkapnya. Sementara itu, teknologi penangkap abu (electrostatic precipitator) terlihat sudah dipasang.Teknologi tersebut mampu menangkap 99,2% abu sisa pembakaran batu bara.Cerobong setinggi 215 meter juga sudah terlihat berdiri tegak di lokasi pembangunan.

“Cerobong dilengkapi dengan alat monitor yang bekerja secara kontinu,” tutur Sumadi. Dia menyatakan,PLTU Cirebon merupakan pembangkit listrik berkapasitas besar pertama yang saat ini memiliki teknologi menara pendingin( coolingtower) yangberfungsi mendinginkan air laut sebelum digunakan untuk mendinginkan mesin. Adapun menara pendingin yang dibangun mencapai 24 unit. “Kalau untuk pembangkit listrik berkapasitas besar, ini baru yang pertama.

Tetapi kalau pembangkit listrik berkapasitas kecil biasanya sudah memiliki cooling tower,” kata Sumadi. Dalam pantauan harian Seputar Indonesia (SINDO), dermaga sepanjang 2 km yang menghubungkan PLTU dengan tempat kapal tongkang bersandar sudah rampung.Namun, alat pengeruk batu bara dari kapal tongkang belum dipasang. Senada dengan Sumadi,Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk M Arsjad Rasjid mengatakan,pembangunan PLTU dengan nilai investasi USD850 juta tersebut sudah sesuai jadwal. 

Harga jual listrik ke PLN disepakati 4,363 sen dolar AS per kWh dengan asumsi harga batu bara USD30 per ton. “Harga itu harga normalisasi. Kalau harga batubara naik turun, itu nanti disesuaikan,”ujar Arsjad. Di sisi lain,Wakil Presiden Direktur Indika Energy Tbk Wishnu Wardhana menuturkan, kebutuhan batu bara PLTU Cirebon mencapai 2,7-3 juta ton per tahun.Batu bara tersebut akan dipasok dari Kalimantan
</description>
    </item>
    <item>
      <title>Klaim asuransi diprediksi naik</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=824</link>
      <description>JAKARTA, Bisnis Indonesia, 31 Aug 2010: Klaim asuransi kerugian (umum) pada September 2010 diperkirakan mengalami kenaikan hingga 15% dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, menyusul datangnya masa libur Lebaran yang mendorong tingginya aktivitas masyarakat.

Tingginya aktivitas masyarakat itu terutama karena tradisi mudik Lebaran, yang cenderung menyebabkan potensi meningkatnya kejahatan pencurian rumah-rumah yang ditinggalkan, kebakaran rumah karena kelalaian, kehilangan kendaraan karena pencurian hingga kecelakaan lalu lintas.

Humas Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Willy Suwandi Dharma mengatakan kenaikan klaim asuransi kerugian pada masa libur Lebaran memang selalu terjadi setiap tahun, sehingga harus diupayakan untuk dapat diminimalkan.

Menurut dia, potensi kenaikan klaim tersebut terutama biasa terjadi pada personal accident (PA) karena kecelakaan lalu lintas arus mudik dan balik Lebaran, selain kendaraan bermotor karena kehilangan, kebakaran rumah, dan lain sebagainya.

"Pada masa Lebaran biasanya memang terjadi kenaikan klaim asuransi kerugian sekitar 10%-15% karena meningkatnya aktivitas masyarakat seperti perjalanan pulang kampung [mudik]," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Klaim pada September itu diperkirakan bisa mencapai Rp4,35 trliliun, dengan rata-rata klaim bulanan pada 2010 ini sebesar Rp3,78 triliun, dari total klaim pada kuartal I/2010 sebanyak Rp11,35 triliun. 

Willy menuturkan dengan potensi kenaikan klaim tersebut, pelaku industri asuransi diharapkan agar mengimbau kepada seluruh nasabahnya meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan, terutama saat aktivitas mudik dan balik Lebaran.

Imbauan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pengiriman short massage service (SMS) kepada para nasabahnya, iklan layanan masyarakat dan lain sebagainya. "Meski sepele, perhatian itu setidaknya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada," tutur Willy
</description>
    </item>
    <item>
      <title>BI: Kendalikan inflasi lewat suplai</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=823</link>
      <description>JAKARTA,BI, 30 Aug 2010: Bank Indonesia menilai instrumen suku bunga acuan (BI Rate) tidak bisa meredam laju inflasi yang disebabkan oleh kelompok bahan makanan dan faktor musiman. Ketersediaan suplai dan distribusi barang menjadi kuncinya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono mengatakan dari sisi moneter, inflasi inti masih di bawah normal, meskipun terlihat ada kenaikan akibat ekspektasi inflasi yang berasal dari bahan pokok. 

Sehingga, sambungnya, perlu dilakukan langkah-langkah dari sisi ketersediaan suplai dan distribusi barang untuk menghindari laju inflasi lebih tinggi.

“BI Rate dalam situasi seperti sekarang ini bukan satu-satunya cara untuk meredam inflasi, yang lebih banyak diakibatkan oleh kelompok makanan dan faktor musiman. pemenuhan suplai dan distribusi barang, khususnya bahan pokok adalah kebijakan utama,” katanya kepada Bisnis, sore ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal bulan ini mencatat inflasi Juli 2010 sebesar 1,57 % yang didorong oleh kenaikan harga bahan pangan terutama beras serta kenaikan biaya perpanjangan STNK. 

Inflasi Januari-Juli menjadi 4,02%, sedangkan secara year on year mencapai 6,22%. Selain beras, bahan makanan lain yang menyumbang cukup besar pada inflasi Juli adalah ayam ras (0,17%), cabai merah (0,16%), bawang putih (0,1%), cabai rawit (0,08%), telur ayam ras (0,07%), bawang merah dan ikan segar masing-masing 0,07%. 

Hartadi menyampaikan perekonomian bisa mengalami pemanasan (overheating) jika inflasi meningkat lebih diakibatkan oleh kenaikan demand yang terlalu cepat dari suplai.

“Ini ditunjukan oleh kenaikan core inflation [inflasi inti] yang tinggi. seperti yang saya katakan core inflasi masih dibawah normal, meski mulai meningkat. Jadi kesimpulan kami belum overheating seperti China dan India. Namun terkena dampak cuaca dan faktor musiman Ramadhan dan Lebaran.” Oleh : Hendri T. Asworo
</description>
    </item>
    <item>
      <title>Ekspor otomotif cetak pertumbuhan tertinggi</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=822</link>
      <description>JAKARTA.Kontan, 27 Aug 2010 : Kinerja ekspor otomotif selama semester I/2010 menjadi kebanggaan Kementerian Perdagangan karena pertumbuhannya yang naik di atas 47,9%. Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar menyebutkan, kinerja ekspor otomotif tersebut di dukung oleh naiknya kinerja ekspor otomotif ke negara emerging market seperti Thailand, Saudi Arabia dan juga Brazil.

“Pangsa pasar ekspor otomotif tersebut naik signifikan karena naiknya ekspor di negara ke emerging market,” jelas Mahendra. Selain Otomotif, industri manufaktur yang mencatat pertumbuhan ekspor 25% semester I tahun rata-rata ekspor tertinggi itu adalah tekstil, elektronika, alas kaki dan industri crude palm oil (CPO).

Nilai ekspor otomotif semester I tahun 2010 ini mencapai nilai US$ 1,33 miliar, sedangkan tahun 2009 nilai ekspor otomotif tersebut baru mencapai US$ 1,73 miliar atau turun 36,8% jika dibandingkan dengan nilai ekspor 2008 sebesar US$ 2,73 miliar.

Kenaikan ekspor tersebut menurut Mahendra terjadi karena adanya kerangka kerjasama Asean China Free Trade Agreement (ACFTA). Berlakunya kerjasama penurunan tarif produk otomotif di kawasan Asean dan China itu meningkatkan kinerja ekspor otomotif. “Semester I ini bisa menikmati menikmati tarif yang rendah,” katanya.

Kesempatan ekspor tersebut saat ini masih terbuka karena banyaknya industri otomotif di AS dan negara lainnya yang tutup akibat krisis keuangan global. Mahendra menyebutkan, jika perusahaan mobil di luar negeri itu tutup maka suplai mobilnya bisa didatangkan dari Indonesia. “Inilah peluang industri kita,” tambahnya.
</description>
    </item>
    <item>
      <title>Industri Perbankan Tolak Biayai OJK</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=821</link>
      <description>JAKARTA (SINDO), 26 Aug 2010 – Industri perbankan menolak  membayar premi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Mereka menilai pungutan yang dibebankan kepada  industri keuangan sudah terlalu banyak.

”Industri perbankan berkeberatan  untuk dikenakan tambahan beban  biaya,” tegas Ketua Perhimpunan  Bank-Bank Umum Nasional  (Perbanas) Sigit Pramono dalam  rapat dengar pendapat OJK dengan  Komisi XI DPR di Jakarta kemarin.  Selama ini, kata dia,perbankan  sudah membayar premi ke Lembaga  Penjamin Simpanan (LPS). Perbankan  juga dikenai pungutan berupa  biaya operasional untuk kelancaran  sistem perbankan.Agar tidak  menimbulkan masalah di kemudian  hari,industri perbankan mengusulkan  kepada DPR agar pasal tentang  premi yang akan dibebankan  ke lembaga keuangan yang bernaung  di bawah OJK dihapus.  

Penolakan juga diungkapkan  Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank  Syariah Indonesia (Asbisindo)  Bambang Sutrisno. ”Kami telah  membayar pajak dan premi ke LPS  sehingga bukan pada tempatnya  kami harus membayar biaya lagi,”  cetus Bambang.  Sementara itu, Sekretaris Jenderal  Perhimpunan Bank Perkreditan  Rakyat Indonesia (Perbarindo)  Joko Suyanto meminta  premi yang akan dibebankan ke kalangan  industri keuangan yang  akanbernaungdibawahOJKdialihkan  ke negara. Selain tak memberatkan  industri,hal itu juga akan  lebih menjamin independensi OJK.  

”Agar independensi OJK terjaga,  biaya premi OJK harus jadi  tanggungan pemerintah yaitu berasal  dari Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN),”kata Joko.  Ketua Asosiasi Bank Pembangunan  Daerah (Asbanda)  Winny Erwindia juga mengusulkan  hal yang sama. Pihaknya menolak  untuk membayar premi ke  OJK agar lembaga tersebut memiliki  independensi dalam mengawasi  dan membina lembaga keuangan  yang ada di bawahnya.”Seperti  lembaga keuangan yang lain,  kami juga menolak untuk membayar  premi ke OJK,”tegas Winny.  Seperti diketahui, OJK akan  menarik fee dari industri jasa keuangan  sekitar 0,02%-0,03% dari  dana kelolaan masing-masing. Dengan  angka yang dinilai tidak besar  itu, diperkirakan tidak akan ada  keberatan dari industri keuangan  soal feetersebut.  

”Jadi kalau industri komplain  harus mengeluarkan biaya, ya  haruslah. Tapi jangan khawatir  nilainya kecil hanya 0,02%-0,03%  dari dana pihak ketiga, yang jelas  enggak sampai 1%,” papar Ketua  Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga  Keuangan (Bapepam-LK)  Fuad Rachmany belum lama ini.  Fuad menambahkan, besaran  fee itu masih perkiraan dan nilai  yang ditarik juga tidak akan selalu  sama. Pungutan itu direncanakan  bisa naik atau turun sesuai kebutuhan  OJK.  

Tak Memihak  

Terkait pendirian OJK, dalam  rapat tersebut kalangan perbankan  menegaskan ketidakberpihakannya  dalam polemik perlu  atau tidaknya pembentukan lembaga  itu. Kalangan perbankan hanya  berharap ada pengawasan  yang baik untuk menjaga pertumbuhan  dan perkembangan lembaga  keuangan di Indonesia.  
”Asbisindo tidak perlu lagi  mendebatkan apakah perlu OJK  atau tidak karena hal itu sudah  diamanatkan oleh undang-undang  dan harus ada sebelum akhir 2010,”  tutur Sekjen Asbisindo Bambang  Sutrisno.Hanya saja,kata Bambang,  pihaknya menyoroti kepada siapa  pertanggungjawaban OJK nanti.  ”OJK juga perlu disupervisi karena  dia tidak bisa berdiri sendiri tanpa  supervisi,”tambahnya.  Sedangkan Sekjen Perbarindo  Joko Suyanto mengatakan, pihaknya  tidak mempermasalahkan  perlu atau tidaknya keberadaan  OJK.

Yang diperlukan adalah lembaga  pengawasan yang mampu mengawasi  lembaga keuangan agar  industri ini bisa berkembang  dengan baik.  ”Apalagi dengan jumlah bank  perkreditan rakyat (BPR) di Indonesia  mencapai sekitar 1.715 unit,  perlu ada pengawasan yang lebih  intensif dibandingkan pengawasan  di bank umum biasa,”tuturnya.
</description>
    </item>
    <item>
      <title>Posco-KS siap bangun pabrik Nov 2010</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=820</link>
      <description>SEOUL. Kontan, 25 Aug 2010:Kantor berita Korea Selatan Yonhap mengungkapkan, raksasa baja Korea Selatan, Posco merencanakan untuk memulai kontruksi pembangunan pabrik bajanya di Indonesia, bulan November mendatang.

Tahun lalu, Posco telah menjalin kesepakatan dengan PT Krakatau Steel untuk membangun pabrik baja untuk memenuhi permintaan baja di kawasan Asia Tenggara. Pembangunan pabrik sendiri akan dibagi dalam dua tahap.
</description>
    </item>
    <item>
      <title>Bakrie Power dan EWP bidik PLTU Bontang</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=819</link>
      <description>JAKARTA, Bisnis Indonesia, 24  Aug 2010: PT Bakrie Power bekerja sama dengan Korea East-West Power Co Ltd (EWP), perusahaan listrik asal Korea Selatan, membidik pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bontang, Kalimantan Timur, berkapasitas 2x100 megawatt (MW).
Awalnya, kedua perusahaan itu akan membangun PLTU Mulut Tambang 2x100 MW di Sangatta, Kutai Timur. Namun, karena harus melalui hutan lindung dan taman nasional Kutai, akhirnya dipindahkan ke Bontang.
Presiden Direktur PT Bakrie Power Ali Herman Ibrahim mengungkapkan perusahaannya tetap berduet dengan EWP untuk pembangunan PLTU Bontang yang diperkirakan menelan investasi US$300 juta-US$350 juta.
“Tadinya kan kita [Bakrie dan EWP] joint bidding mau bangun mine mouth di Sangatta karena ada tambang batu bara yang juga dimiliki oleh Bakrie. Karena di sana [Kutai] harus melalui hutan lindung dan taman nasional Kutai, jadinya dipindahkan ke Bontang,” ujarnya pada seminar dan pertemuan bsinis PT PLN dengan perusahaan kontraktor Korea, hari ini.
Menurut Ali, keinginan membangun PLTU Bontang tersebut harus melalui proses tender, mengingat jenis dan kualifikasinya bukan lagi pembangkit mulut tambang. Saat ini, paparnya, perusahaannya masih menunggu proses pemasukan penawaran pembangunan.
Namun, lanjutnya, dengan dukungan cadangan batu bara Bakrie yang cukup besar dan teknologi yang memadai, kedua perusahaan tetap yakin bisa melaksanakan pembangunan PLTU Bontang dengan baik.
Ali mengungkapkan dengan kebutuhan batu bara berkalori tinggi yang diperkirakan mencapai 1 juta ton per tahun, kemungkinan akan dipasok oleh beberapa perusahaan tambang lain yang beroperasi di sekitar pembangkit.
</description>
    </item>
    <item>
      <title>FIF bundel penawaran Kredit plus Asuransi</title>
      <link>http://www.samsungtugu.com/News/Detail.aspx?pid=818</link>
      <description>JAKARTA.Kontan, 20 Aug 2010: Perusahaan pembiayaan (multifinance) memiliki berbagai strategi untuk menggaet nasabah lebih banyak, seperti pada momen Idul Fitri saat ini. PT Federal International Finance (FIF) salah satunya. Perusahaan pembiayaan konsumer ini membundel kredit pembiayaan dengan program asuransi jiwa sekaligus bagi nasabahnya. Program tersebut diberi nama KreditSiaga.
Dalam program bertajuk Mudik Aman, Angsuran Ringan itu, anak perusahaan PT Astra International Tbk ini menawarkan perlindungan ganda, selain kepada sepeda motor sekaligus pengendaranya.
“Bukan hanya perlindungan personal accident, tapi juga asuransi jiwa,” ujar New Motorcycle Department Head Rita Sukmawangi kepada KONTAN, Rabu (18/8). 
Nah, pada program yang penawarannya berlangsung sejak 18 Agustus hingga 30 September 2010 itu, FIF akan memberikan penggantian kerugian maksimal 120% dari nilai pertanggungan. Hal itu jika resiko yang dijaminkan menimpa pengendara motor.
“Ini berarti, FIF tidak hanya memberikan keuntungan kepada nasabah, tetapi juga memberikan rasa aman saat mudik dengan proteksi Kredit Siaga,” tegas Rita.
Program pembiayaan FIF lain yang diharapkan mampu menggenjot target di semester II-2010 hingga akhir tahun yakni FIF Syariah dan Rezeki FIF. Program FIF Syariah ditujukan bagi nasabah baru dengan iming-iming pemberian hadiah langsung berupa telepon genggam. Sementara Rezeki FIF ditujukan kepada nasabah lama dengan memperebutkan potongan angsuran.
Melalui semua programnya tersebut, FIF memiliki target khusus. “Melihat kondisi pasar yang sedang baik, Agustus dan September ini perseroan mengincar pembiayaan motor tumbuh 15%-20%,"imbuh Direktur Pemasaran FIF, Hendry Christian Wong.
Asal tahu saja, pada Juli 2010, pembiayaan sepeda motor FIF mencapai 107.000 unit. Hitung punya hitung, artinya, FIF mematok target pembiayaan sepeda motor masing-masing pada Agustus dan September sekitar 123.050 hingga 128.400 unit.
Adapun hingga Juli 2010, FIF mencatat, booking kredit sepeda motor baru miliknya telah mencapai 632.000 unit. Jumlah tersebut naik 41,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 447.000 unit. Sedangkan, booking kredit sepeda motor bekas tumbuh 31% menjadi 136.000 unit dibandingkan periode yang sama di 2009.
</description>
    </item>
  </channel>
</rss>