SATUPEDIA

 
 

Learning Center

Welcome guest | Home

Basic Insurance

Posted by : evy

Arti kata asuransi adalah sebuah janji penggantian untuk kerugian yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Karena asuransi digunakan untuk mengelola resiko yang kemungkinan akan terjadi di masa yang akan datang, asuransi dapat disebut sebagai salah satu alat mengelola resiko. Untuk asuransi umum, asuransi meliputi resiko yang berhubungan dengan kehidupan umum seperti resiko yang berhubungan mobil, resiko yang berhubungan dengan bisnis dll.

Asuransi bukan sebuah komoditas yang dibeli tanpa uang. Perusahaan asuransi akan mengenakan pembayaran dari nasabah yang disebut sebagai Premi Asuransi yang mana secara teoritis akan dikembalikan kepada nasabah apabila terjadi suatu kerugian.

Polis Asuransi adalah suatu bukti kontrak antara perusahaan asuransi dan nasabah. Adalah suatu keharusan antara kedua pihak tersebut untuk mempunyai prinsip dasar yang sama mengenai asuransi sebagai berikut :

Prinsip Itikad Baik
Ini adalah sebuah prinsip unik dari kontrak asuransi di mana perusahaan asuransi tidak mempunyai pengetahuan yang sama dengan nasabah atas harta benda yang dipertanggungkan di dalam kontrak asuransi. Perusahaan asuransi, di banyak kasus, tidak mempunyai kesempatan untuk memeriksa resiko dan hampir di semua kasus perusahaan asuransi dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa beberapa fakta dari harta benda yang dipertanggungkan hanya diketahui oleh nasabah yang bersangkutan. Karena itu kontrak asuransi terikat oleh hukum untuk sesuatu yang “lebih” yaitu Prinsip Itikad Baik (Utmost Good Faith)
Prinsip Itikad Baik secara implisit mengharuskan nasabah untuk memberikan semua fakta material atas harta benda yang dipertanggungkan. Prinsip ini tidak hanya diterapkan atas fakta material yang diketahui nasabah tapi juga untuk fakta material yang seharusnya diketahui oleh nasabah. Fakta material didefinisikan sebagai sebuah fakta yang dapat mempengaruhi pertimbangan seorang underwriter dalam memutuskan apakah dia akan menerima suatu resiko atau tidak dan jika ya, berapa premi yang akan dikenakan kepada nasabah dan kondisi apa yang akan diterapkan di dalam Polis Asuransi.

Insurable Interest
Tertanggung harus mempunyai hubungan yang legal secara hukum atas harta benda yang dipertanggungkan dan mempunyai keuntungan apabila barang yang dipertanggungkan tidak mengalami kerugian apapun, sebaliknya jika barang yang dipertanggungkan mengalami kerugian maka nasabah akan mengalami kerugian keuangan.

Ganti Rugi
Kontrak asuransi adalah suatu kontrak ganti rugi (indemnity) dimana penggantian yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada nasabah tidak akan membuat nasabah mengalami keuntungan keuangan atau dengan kata lain keadaan atau kondisi barang yang dipertanggungkan akan dikembalikan ke kondisi sama seperti semula sebelum terjadinya kerugian. Prinsip ini akan mencegah nasabah untuk mengambil keuntungan dari kerugian yang dialaminya.

Subrogasi
Prinsip subrogasi berkaitan dengan prinsip indemnity di atas dimana subrogasi didefinisikan sebagai pengalihan hak tertanggung kepada perusahaan asuransi yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung dalam hal terjadinya kerugian.

Average
Prinsip pertanggungan di bawah harga juga berkaitan dengan prinsip indemnity dimana pada saat terjadinya klaim bila diketahui harga pertanggungan di dalam polis lebih kecil daripada nilai sebenarnya maka tertanggungan dianggap sebagai penanggung untuk perbedaan antara harga pertanggungan dan harga sebenarnya.

Kontribusi
Kontribusi didefinisikan sebagai hak perusahaan asuransi yang telah membayar kerugian atas polis asuransi untuk memperoleh kembali secara proporsional sejumlah nilai dari perusahaan asuransi yang lain yang juga bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi.

Proximate Cause
Proximate Cause dapat didefinisikan sebagai penyebab dari suatu rangkaian kejadian yang menyebabkan suatu kerugian tanpa intervensi dari suatu sebab yang lain.
Prinsip praktis dari proximate cause adalah untuk menjaga luasnya penutupan asuransi dalam batas yang disetujui oleh tertanggung dan perusahaan asuransi pada saat kontrak asuransi dibuat. Bila prinsip ini tidak ada, maka setiap kerugian dapat diklaim oleh tertanggung dan setiap kerugian dapat ditolak oleh perusahaan asuransi.
Prinsip ini tidak hanya mendefinisikan luasnya penutupan asuransi tapi juga melindungi hak dari pihak-pihak yang tercantum di dalam kontrak asuransi.


Meaning of Insurance is a promise of compensation for any potential future losses. This instrument is used for managing the possible risks of the future, so insurance can be classified as one of Risk Management Tools. Meaning of insurance for general insurance involves insuring the risk associated with the general life such as automobiles, business related etc.

It may sound that the financial reimbursement by the insurance giving company come free of cost. But in real life, insurance is not a free commodity. The Insurance companies do charge a regular payment from the insurance customers (known as Insurance Premium) which are reimbursed, either in part or entirety, to the customers in cases of actual loss.

Insurance policy is the evidence of a contract between the insurance company and the customer. It is the duty of both parties to have at least a general understanding of the basic principles governing insurance :

Utmost Good Faith
It is a peculiar feature of insurance contracts that the insurance company doesn’t have the same status of knowledge regarding the subject matter of insurance as the proposer for insurance. The insurance company, in a majority of cases, has no opportunity of inspecting the risk and in almost all the cases there are bound to be certain facts which by their very nature are in the knowledge of the proposer only . Therefore, insurance contracts are subjected by law to a higher duty, that is, of utmost good faith.
The duty of utmost good faith implies that a proposer must disclose to the insurer all material facts in regard to the proposed insurance. This duty applies not only to the material facts which he knows but also extends to material facts which he ought to know. A material fact is defined as a fact which could affect the judgment of prudent underwriter in deciding whether to accept the risk and if so at what rate of premium and subject to what terms and conditions.

Insurable Interest
The insured must bear a legal relationship to the subject matter of the concerned insurance cover and he should stand to benefit by the safety of the property, rights, interest and lose by any loss, damage, injury or creation of liability. In other words, an insurable interest is of such a nature that the possessor would suffer financial loss on the occurrence of an insured peril.

Indemnity
The insurance contract is one of indemnity. That is, it will make good a loss or damage in such a manner that financially the insured is neither better off nor worse off as a result of the loss. In other words, the insured is placed in the same position financially, as far as possible, as he occupied immediately before the loss. In effect, this principle aims to prevent the insured from making a profit out of his loss or gaining any benefit or advantage out of insurance.

Subrogation
The principle of subrogation is a natural corollary of the principle of indemnity. Subrogation may be defined as the transfer of rights and remedies of the insured to the insurer who has indemnified the insured in respect of the loss.

Average
The principle of average is also a natural corollary of the principle of indemnity. If at the time of a claim, it is found that the sum insured is less than the value of the property insured then the insured is presumed to be his own insurer for the difference.

Contribution
Contribution may be defined as the right of an insurer who has paid a loss under a policy to recover a proportionate amount from other insurers who are also liable for the loss.

Proximate cause
Proximate cause can be defined as "The active efficient cause that sets in motion a chain of events which bring about a result, without the intervention of any new force started and working actively from a new independent source."
The practical effect of this principle is to keep the scope of the insurance within the limits intended by the insured and the insurer when the contract was made. It also helps in giving effect to the real meaning and intention of insurance contract. In the absence of this rule, every loss could be claimed by the insured and every loss could be rejected by the insurer.
Thus, the principle serves not only to define the scope of coverage under the insurance contract but also to protect the rights of the parties to the contract.